Ditulis oleh Kopong Bunga Lamawuran pada 08 Oct 2025, 03:44
Sekilas tentang 1965 Sebuah Novel karya Kopong Bunga Lamawuran
Buku Novel "1965" karya Kopong Bunga Lamawuran merupakan karya sastra yang mempersembahkan narasi yang menyentuh tentang peristiwa bersejarah dan berpengaruh besar dalam sejarah Indonesia, khususnya di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Novel ini diterbitkan Penerbit JualBukuSastra (JBS), Yogyakarta, pada tahun 2023 lalu. Sejauh ini, novel ini telah mengalami cetak ulang sebanyak tiga kali. Karya ini juga masuk dalam 10 Besar Prosa Pilihan Tempo Tahun 2023. Sejauh ini, Kopong Bunga Lamawuran telah menghasilkan empat karya sastra, yaitu novel Rumah Lipatan (2012), Antologi Cerpen Perzinahan di Rumah Tuhan (2017), novel Ilalang Tanah Gersang (2019), dan novel 1965 (2023).
Sebagaimana yang umum diketahui, tanggal 30 September 1965 adalah sebuah titik balik dramatis dalam sejarah Indonesia, diawali dengan percobaan kudeta yang tragis dan berakhir dengan kejatuhan pemerintahan Presiden Sukarno. Ini adalah masa peralihan ke pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Peristiwa ini tidak hanya memiliki implikasi politik yang mendalam, tetapi juga berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk budaya, ekonomi, dan sosial. Dampak dari peristiwa tersebut tak hanya di alami di wilayah Jawa dan Bali, tapi juga di daerah lain, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Salah satu wilayah terdampak yang akhirnya dijadikan setting cerita Novel “1965” adalah Pulau Adonara, Flores Timur.
Novel 1965 berkisah tentang kehidupan Kopong di Pulau Adonara. Setting waktu dalam novel ini berlangsung baik sebelum, saat, dan setelah peristiwa 1965. Dia masuk ke Kumpulan, sebuah orgranisasi kiri yang menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Setelah menjadi anggota Kumpulan, dia bersama anggota lain menjalankan misi-misi organisasi, termasuk mencari anggota baru. Namun, nasibnya tragis. Peristiwa pembunuhan enam jenderal satu perwira terjadi di Jakarta. Seluruh anggota Kumpulan ditangkap di Adonara. Tetapi, para anggota ini tidak tahu menahu alasan mereka ditangkap, atau kesalahan seperti apa yang telah mereka lakukan sehingga mereak dibunuh. Ayah Kopong bernama Sira Demon akhrinya dieksekusi di depan mata anaknya sendiri. Ini adalah luka yang teramat dalam bagi Kopong. Setelah mengalami begitu banyak penyiksaan, Kopong dibebaskan, tetapi hidup dalam penyiksaan batin yang teramat menyiksa.
Novel ini menyuguhkan lanskap sosial-budaya-ekonomi-politik-pendidikan yang terjadi di Pulau Adonara, dan imbas dari peristiwa pembunuhan itu.
Tentang Penulis
Agustinus M. Kopong Bunga, dengan nama pena Kopong Bunga Lamawuran, adalah seorang pengarang karya sastra yang lahir di Watoone, Adonara, Flores Timur, pada tahun 1990. Ia telah menulis beberapa karya sastra, baik dalam bentuk novel maupun antologi cerpen. Salah satu karyanya, 1965, masuk dalam 10 Besar Prosa Pilihan Tempo tahun 2023.
Karya-Karya yang Telah Diterbitkan:
Saat ini, ia tengah mempersiapkan penerbitan beberapa karya baru, antara lain:
Perjalanan Profesional:
Kopong Bunga Lamawuran pernah mengajar sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA Katolik Giovanni Kupang dan bekerja sebagai wartawan di berbagai media, termasuk Media Pendidikan Cakrawala NTT, moral-politik.com, jejakkasus.com, likuraionline.com, Harian Umum Pos Kupang, dan TVRI.
Selain menulis, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan literasi sebagai:
Pendidikan dan Dedikasi untuk Literasi:
Ia merupakan alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Pada tahun 2019, bersama Yuliana Mberu, ia mendirikan Koda Bookstore, sebuah toko buku yang menyediakan bacaan untuk umum dan sekolah-sekolah.
Koda Bookstore juga menginisiasi Program Pelatihan Menulis Karya Sastra (Cerpen) untuk siswa SMA/SMP di NTT. Program ini membimbing siswa kurang lebih tiga bulan dalam menulis cerpen hingga menghasilkan satu naskah antologi bersama, yang kemudian diterbitkan atas nama sekolah. Beberapa buku hasil program ini meliputi:
Melalui karya dan kegiatannya, Kopong Bunga Lamawuran terus berkontribusi dalam mengembangkan dunia sastra dan literasi di Nusa Tenggara Timur serta Indonesia pada umumnya.