← Kembali ke Daftar

WELI TANA NUAÑ NÉBOÑ ADA’ NARA Mencari Akar Peradaban Dunia dalam Ungkapan dan Cerita Purba

Ditulis oleh Emanuel Ola Sanga pada 30 Mar 2026, 04:52

Gambar buku

TENTANG BUKU INI:


 


Judul: WELI TANA NUAÑ NÉBOÑ ADA’ NARA 


Mencari Akar Peradaban Dunia dalam Ungkapan dan Cerita Purba 


Penulis: Emanuel Ola Sanga


Editor: Kopong Lawe David


Desain Sampul: Ambuga


Tata Letak: Tim KODA


Penerbit: Koda


Tebal: xx + 265 hlm.; 14,5 x 20,5 cm


Cetakan Pertama, April, 2026


WELI TANA NUAÑ NÉBOÑ ADA’ NARA Mencari Akar Peradaban Dunia dalam Ungkapan dan Cerita Purba karya EMANUEL OLA SANGA adalah sebuah pencarian mendalam akan nilai tutur dan ritual-ritual yang dilakukan masyarakat Lamaholot, terkhusus masyarakat Adonara. Penulis memberikan sebuah tesis yang jelas: Adonara (Lamaholot) adalah awal mula peradaban dunia. 


Menggunakan cerita-cerita purba warisan leluhur, penulis membuat argumentasi atas peradaban-peradaban yang menyebar di seluruh dunia, dan kisah-kisah warisan leluhur itu mencapai titik temu dengan penemuan-penemuan dan sejumlah buku yang ditulis baik oleh orang Indonesia maupun luar Indonesia tentang awal mula peradaban di dunia. 


Beberapa topik penting yang diangkat dalam buku ini:


1. Topik  Alapet (Tuhan Allah) sebagai  sosok Ekan Amun tapi keberadaannya nyata dalam kehidupan manusia.


2. Tanah Nuan Nebon sebagai tanah daratan pertama yg muncul dari dalam air


3. Ada’ Nara sebagai manusia pertama yang diciptakan Alapet (Allah)


4. Ata Diken dan Ata Daten dalam kaitan dengan kehidupan dan kematian  dengan Koda Pulo Kirin Lema sebagai dasar kehidupan dan kematian.


5. Lewo Tanah sebagai replika tubuh manusia


6. Koke Bale dan Nuba Nara sebagai kedan kneren (tangga penghubung) antara manusia dengan Allapet (Allah)


7. Uma Lango dan Eken Matan Pito sebagai simbol kehadiran Allah dalam setiap gerak laku manusia.


8. Dan berbagai ungkapan magis mistik lainnya yang memiliki makna sangat dalam yang memiliki nilai universal dalam perkembangan peradaban dunia.


9. Dan masih banyak hal lain.


Semoga buku ini bisa membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang peradaban di Indonesia dan Lamaholot. Selamat Membaca.